PENDAHULUAN
Konstitusi Indonesia sebagaimana dinyatakan dalam Pembukaan UUD 1945 memberikan kalimat pembuka yang sangat luar biasa. Kalimat yang ringkas tetapi mengandung makna yang sangat dalam. Kalimat tersebut menjadi dasar kostitusi Indonesia dalam hubungan internasional, politik luar negeri Indonesia yang “bebas aktif” (Non-Blok). Dan terutama juga mengenai sikap Indonesia yang anti penjajahan.
Alenia pertama Pembukaan UUD 1945 itu sebagai berikut : “Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan”.
Pembukaan UUD 1945 mengandung cita-cita luhur dan merupakan pernyataan semangat Pancasila sebagai puncak dari tekad bangsa untuk merdeka setelah ditindas penjajah dalam waktu lama. Dengan dasar konstitusi tersebut sikap Indonesia terhadap anti penjajahan berarti juga mendukung kemerdekaan negara lain, termasuk kemerdekaan atas Palestina yang saat ini terus diperjuangkan.
Sikap Indonesia terhadap penjajahan, khususnya penjajahan kolonial, didominasi oleh perlawanan dan perjuangan untuk meraih kemerdekaan. Sikap ini juga mencerminkan semangat nasionalisme dan anti-penjajahan yang kuat di kalangan masyarakat Indonesia. Beberapa kelompok masyarakat juga melakukan resistensi pasif, yaitu dengan menolak kerjasama dengan penjajah dan berusaha mempertahankan budaya dan identitas mereka.
PEMBAHASAN
Presiden Prabowo dalam satu tahun masa kepemimpinannya membawa Indonesia semakin aktif berperan dalam isu Palestina-Israel. Ia menghadiri sejumlah forum-forum internasional untuk menyuarakan dukungan Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina yang menjadi sikap konsisten bangsa Indonesia sejak awal kemerdekaan / era Presiden Soekarno.
Dalam berbagai kesempatan di panggung dunia, Presiden Prabowo juga menegaskan sikap Indonesia mendukung solusi dua negara (two-state solution) untuk mengakhiri konflik di Gaza dan mewujudkan perdamaian abadi. Solusi dua negara menjadi pendekatan baru di panggung internasional pada isu Palestina-Israel.
Sebagai Presiden Indonesia, kiprah bapak Prabowo Subianto menunjukkan peran signifikan dalam isu Palestina-Israel. Pendekatannya pada solusi dua negara, dipandang dunia internasional sebagai kebijakan luar negeri Indonesia yang lebih fleksibel. Ini menyeimbangkan opini publik pro-Palestina dengan dinamika global.
Pada 23 September 2025, Presiden Prabowo berpidato di Sidang Umum PBB ke-80. Pada pidato bersejarah itu, Presiden Prabowo mengarahkan pandangan dunia internasional pada penderitaan Gaza dan kebutuhan bantuan kemanusiaan. Pernyataan "tegas dan berani" Presiden Prabowo menyiratkan kemungkinan pengakuan Israel oleh Indonesia, asalkan kemerdekaan Palestina diutamakan.
Kiprah Presiden Prabowo terhadap solusi dua negara yaitu mendukung Palestina merdeka berdaulat dan jaminan keamanan Israel. Prabowo mengutuk kekerasan terhadap warga sipil di Gaza dan menjanjikan dukungan kemanusiaan. Ia bahkan menawarkan pengiriman 20.000 pasukan penjaga perdamaian ke Gaza, mengirim kapal rumah sakit TNI, dan airdrop makanan/obat.
Pada tanggal 13 Oktober 2025 Presiden Prabowo juga menghadiri KTT Perdamaian Gaza di Mesir (KTT Sharm El Sheikh). Menyaksikan penandatanganan perjanjian perdamaian dan penghentian perang di Gaza. Ini makin menegaskan komitmen Indonesia dalam menciptakan perdamaian atas konflik dan memperjuangkan kemanusiaan ditingkat global.
Pertemuan dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron pada tanggal 28 Mei 2025, selain menghasilkan 21 keputusan resmi, Presiden Prabowo secara eksplisit juga menyerukan Israel mengakui kedaulatan Palestina. Seruan ini disampaikan Presiden Prabowo dalam konferensi pers bersama Presiden Macron di Istana Merdeka, Jakarta, yang menunjukkan keseriusan sikap politik luar negeri Indonesia di hadapan pemimpin negara lain.
Presiden Prabowo juga melakukan safari diplomasi dengan tokoh seperti Presiden Mesir Abdul Fattah al-Sisi, Presiden UEA Muhammad bin Zayed, dan Presiden AS Donald Trump. Tidak hanya berhenti sampai disitu, Presiden Prabowo akan terus melakukan diplomasi untuk membahas Gaza dan pembebasan Palestina.
Kekuatan diplomasi Presiden Prabowo ada pada karakter, keberanian, dan wibawa pribadi beliau. Sebagai mantan jenderal yang cenderung berbicara lugas, tegas dan berwibawa. Karakter beliau yang mempunyai prinsip keadilan dan kesetaraan, suka membantu rakyat kecil dan kaum minoritas yang tertindas.
Sebagai contoh, Bapak Prabowo diketahui pernah membantu pembebasan pekerja migran Indonesia bernama Wilfrida Soik dari hukuman gantung. Kasus Wilfrida ini terjadi di Malaysia. Pada 7 Desember 2010, Wilfrida membunuh majikannya karena tidak tahan dengan siksaan dan mencoba membela diri. Hasilnya, Wilfrida bebas dari hukuman mati pada tahun 2015 setelah proses panjang persidangan.
Setelah menjadi presiden terpilih, namun belum dilantik, Bapak Prabowo juga membantu Anisa pekerja migran Indonesia di Malaysia yang terjebak selama 5 tahun. Anisa bisa dipulangkan ke Indonesia pada Kamis 14 Maret 2024.
Gaya kepemimpinan personalistik Presiden Prabowo membawa kebijakan luar negeri Indonesia bukan sekedar mengikuti birokrasi kaku. Diplomasi Presiden Prabowo yang mengandalkan “sentuhan pribadi”, berbicara langsung dengan pemimpin dunia lainnya secara emosional dan tegas. Membuat Indonesia menjadi “penengah yang disegani”, punya kekuatan untuk membujuk negara-negara besar agar mau duduk bersama dan bernegosiasi.
Melalui keanggotaan di BRICS dan G20, Indonesia sebagai “Middle Power” (Kekuatan Menengah) memiliki kekuatan ekonomi dan politik yang cukup besar sehingga pendapatnya sangat diperhitungkan oleh negara lain. Ini memperkuat posisi tawar Indonesia sebagai wakil negara-negara Islam dan negara-negara berkembang (Global South). Bertindak sebagai jembatan komunikasi antara kelompok kekuatan dunia, termasuk untuk mendesak gencatan senjata di Palestina. Mengkritik negara besar yang “tutup mata” terhadap penderitaan Palestina.
Di forum internasional Presiden Prabowo tidak hanya berbicara atas nama Indonesia, menyuarakan ketidakadilan yang dirasakan oleh bangsa-bangsa di Asia, Afrika, dan Amerika Latin. Menekankan bahwa penjajahan di Palestina adalah isu kemanusiaan yang harus dituntaskan demi keadilan bagi seluruh negara-negara berkembang di dunia.
Reaksi negara barat (AS/Eropa) merespon dan memberikan apresiasi tapi waspada, dengan alasan mendukung perdamaian dan hak asasi manusia (HAM). Reaksi negara berkembang sangat mendukung dan melihat Indonesia sebagai pemimpin keadilan. Secara keseluruhan, gaya Presiden Prabowo di tahun 2025 mentransformasi Indonesia menjadi pemain global aktif dalam mengakhiri konflik Israel-Palestina.
PENUTUP
Diplomasi Presiden Prabowo dalam isu Palestina-Israel telah menunjukkan transformasi signifikan dalam peran Indonesia di kancah Internasional. Dengan berpegang teguh pada prinsip konstitusi yang anti penjajah sebagaimana termaktub dalam Pembukaan UUD 1945, Presiden Prabowo berhasil membawa Indonesia sebagai aktor penting dalam upaya mewujudkan perdamaian di Timur Tengah.
Kebijakan luar negeri yang menggabungkan ketegasan prinsip dengan fleksibilitas pendekatan solusi dua negara telah menempatkan Indonesia pada posisi strategis sebagai penengah yang disegani. Karakter personal Presiden Prabowo yang berani, tegas, dan berpihak pada keadilan, ditambah posisi Indonesia sebagai “Middle Power” melalui keanggotaan di BRICS dan G20, telah memperkuat suara Indonesia di panggung global.
Dalam konteks global yang penuh ketegangan, diplomasi Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo bukan hanya membela kemerdekaan Palestina, tetapi juga menegaskan kembali komitmen Indonesia terhadap prinsip kemanusiaan universal dan keadilan internasional. Peran Indonesia dalam isu Palestina tidak hanya mewakili negara-negara Islam dan negara-negara berkembang (Global South), tetapi juga menjadi wujud nyata pengamalan nilai-nilai luhur Pancasila dan konstitusi dalam hubungan internasional. Dengan demikian, diplomasi Indonesia untuk Palestina adalah juga diplomasi untuk kemanusiaan, keadilan, dan perdamaian dunia.
Referensi:
1. Prabowo di PBB: Indonesia Siap Akui Israel Setelah Palestina Merdeka,
https://www.youtube.com/watch?v=oPELqd9ypEU
2. Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Indonesia Dukung Proses Perdamaian di Timur Tengah ,
3. Membaca Ulang Pidato Kontroversial Prabowo di PBB tentang Palestina ,

Komentar
Posting Komentar